21
Apr
09

Ujian Akuntansi Biaya

Review

Penerapan Metode Activity Based Costing System dalam Menentukan Besarnya Tarif Jasa Rawat Inap (Studi RSUD Kabupaten Batang)

Penentuan harga pokok produksi dengan menggunakan sistem akuntansi tradisional saat ini sudah jarang digunakan, karena dengan menggunakan metode ini memiliki banyak kelemahan dalam memberikan informasi biaya yang terdistorsi, sehingga dapat mengakibatkan kesalahan penentuan biaya, pembuat keputusan, perencanaan, dan pengendalian. Kelemahan tersebut dapat diatasi dengan menggunakan metode Activity-Based Costing. Activity-Based Costing adalah metode penentuan harga pokok yang menelusur biaya ke aktivitas, kemudian ke produk. Ada dua asumsi penting yang mendasari Metode ABC, yaitu pertama, Aktivitas-aktivitas yang menyebabkan timbulnya biaya. Kedua, Produk atau pelanggan jasa.

Perbedaan utama penghitungan harga pokok produk antara akuntansi biaya tradisional dengan ABC adalah jumlah cost driver yang digunakan dalam metode ABC lebih banyak dibandingkan dalam sistem akuntansi biaya tradisional. Cost driver merupakan faktor yang dapat menerangkan konsumsi biaya-biaya overhead. Faktor ini menunjukkan suatu penyebab utama tingkat aktifitas yang akan menyebabkan biaya dalam aktifitas. Ada dua jenis cost driver, yaitu pertama, Cost Driver berdasarkan unit. Kedua, Cost Driver berdasarkan non unit.

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang dilakukan oleh penulis di RSUD Kab. BATANG, perhitungan tarif jasa rawat inap dengan menggunakan metode ABC, tarif diperoleh dengan menambahkan biaya rawat inap dengan laba yang di harapkan. Hasilnya, tarif untuk kelas VIP Rp. 129.856,1799, Utama I Rp. 91.735,29243, Utama II Rp. 80.909,85506, Kelas I Rp. 66.119,29793, Kelas II Rp. 58.642,10563, Kelas III Rp. 39.435,92222. Jika perhitungannya menggunakan metode tradisional, maka metode ABC memberikan hasil yang lebih besar kecuali pada kelas VIP dan Utama I yang memberikan hasil lebih kecil. Dengan selisih untuk kelas VIP Rp. 2.643,8201, Utama I Rp. 5.764,70757, Utama II Rp. 3.409,85506, Kelas I Rp. 16.119,29793, Kelas II Rp. 28.64210563, Kelas III Rp. 21.935,92222.

Perbedaan yang dihasilkan antara tarif jasa rawat inap dengan menggunakan metode tradisional dan metode ABC, dikarenakan pembebanan biaya overhead dengan menggunakan metode ABC dibebankan pada banyak cost driver, Sehingga dalam metode ABC, telah mampu mengalokasikan biaya aktivitas kesetiap kamar secara tepat berdasarkan konsumsi masing-masing aktivitas. Lain halnya dengan menggunakan biaya tradisional hanya dibebankan pada satu cost driver, yang cenderung mengakibatkan terjadinya distorsi pada pembebanan biaya overhead.

Jawaban no1 dan no2


3 Responses to “Ujian Akuntansi Biaya”


  1. 1 Hary
    April 22, 2009 at 5:00 am

    Soal no 1 dan 2 bisa, no 3 lumayan ada sedikit penekanan ke tool. Lengkapi lagi ke kajian teorinya ya, terutama penelitian terdahulu. Nilai 40 + 40 + 10 = 90 ya.

  2. May 9, 2009 at 2:11 am

    Ayo daftarkan blognya untuk mengikuti lomba blog mahasiswa UG, dan 5 jenis lomba lainnya. Total hadiah 25 jt + hadiah hiburan. Info selengkapnya bisa dilihat di http://studentsite.gunadarma.ac.id atau di http://community.gunadarma.ac.id/forums/display_topic/id_1078/Lomba-Blog-Mahasiswa/

    UG Media Center

  3. May 17, 2009 at 4:34 pm

    okok…METODE ABC NYA MEMBANTU SAYA …TAMBAH LAGI POSTINGANNYA CUL….

    (^^.)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: