04
Feb
09

Sektor & Industri di Indonesia

9 Sektor Perekonomian Indonesia

A. Sektor yang Memberikan Kontribusi Tertinggi pada PDB Indonesia

(dalam %)

9 sektor di Indonesia

Pertumbuhan ekonomi yang diukur berdasarkan kenaikan Produk Domestik Bruto (PDB) pada triwulan II tahun 2008 mencapai 2,4 % dibanding Triwulan I 2008. Bila dibandingkan dengan triwulan yang sama tahun 2007, mengalami pertumbuhan 6,4 %. Deputi Bidang Neraca dan analisis Statistik BPS, Slamet Sutomo mengatakan, secara kumulatif pertumbuhan ekonomi semester I 2008 dibanding semester I 2007 tumbuh sebesar 6,4 %.

Slamet mengatakan, laju pertumbuhan ekonomi (q to q) triwulan II ini lebih tinggi dibanding triwulan I 2008 yang hanya 2,19 %. Laju perumbuhan ekonomi (y on y) Triwulan II, 6,39 %, lebih tinggi dibanding triwulan I 2008, 6,32%. Laju pertumbuhan ekonomi (c to c) Triwulan II 2008, 6,36 %, lebih tinggi dibandingkan Triwulan I 2008, 6,32 %.

Tiga sektor yang mengalami pertumbuhan tertinggi (q to q) adalah sektor pertanian 5,1 %, disusul sektor pngangkutan dan komunikasi 4,1% dan sektor listrik gas dan air bersih 3,6%. Sementara untuk pertumbuhan (y on y) sektor pengangkutan dan komunikasi tumbuh 19,6%. Sektor listrik, gas,dan air bersih 11,2% dan sektor keuangan,real estate dan jasa perusahaan 8,7%.

Struktur PDB Triwulan II 2008 masih didominasi oleh sektor industri, sektor pertanian dan sektor perdagangan, hotel dan restoran masing-masing memberikan konstribusi 27,3%, 14,7%, 14, 3%. Struktur perekonomian Indonesia masih didominasi Pulau Jawa yang memberikan kontribusi terhadap PDB Nasional 57,7%, dan diikuti dengan Pulau Sumatera 24,2%, Pulau Kalimantan 9,9%, dan Pulau Sulawesi 4,1%, serta sisanya 4,3%.

Industri di Indonesia

A. Definisi Industri

Industri adalah suatu usaha atau kegiatan pengolahan bahan mentah atau barang setengah jadi menjadi barang jadi, barang jadi yang memiliki nilai tambah untuk mendapatkan keuntungan. Usaha perakitan atau assembling dan juga reparasi adalah bagian dari industri. Hasil industri tidak hanya berupa barang, tetapi juga dalam bentuk jasa.

B. Jenis Industri Berdasarkan Asal Bahan Baku

1. Industri ekstraktif

Industri ekstraktif adalah industri yang bahan bakunya diambil langsung dari alam sekitar.
Contoh : pertanian, perkebunan, perhutanan, perikanan, peternakan, pertambangan,
dll.

2. Industri nonekstaktif

Industri nonekstaktif adalah industri yang bahan bakunya didapat dari tempat lain selain alam sekitar.

3. Industri fasilitatif

Industri fasilitatif adalah industri yang produk utamanya adalah berbentuk jasa yang dijual kepada para konsumennya.

Contoh : Asuransi, perbankan, transportasi, ekspedisi, dll.

C. Jenis Industri Berdasarkan Besar Kecil Modal

1. Industri padat modal

adalah industri yang dibangun dengan modal yang jumlahnya besar untuk kegiatan operasional maupun pembangunannya

2. Industri padat karya

adalah industri yang lebih dititik beratkan pada sejumlah besar tenaga kerja atau pekerja dalam pembangunan serta pengoperasiannya.

D. Jenis Industri Berdasarkan Klasifikasinya

(Berdasarkan SK Menteri Perindustrian No.19/M/I/1986)

1. Industri kimia dasar

Contoh: industri semen, obat-obatan, kertas, pupuk, dll.

2. Industri mesin dan logam dasar

Contoh: industri pesawat terbang, kendaraan bermotor, tekstil, dll.

3. Industri kecil

Contoh: industri roti, kompor minyak, makanan ringan, es, minyak goreng curah, dll.

4. Aneka industri

Contoh: industri pakaian, industri makanan dan minuman, dll.

E. Jenis Industri Berdasarkan Jumlah Tenaga Kerja

1. Industri rumah tangga

Adalah industri yang jumlah karyawan / tenaga kerja berjumlah antara 1-4 orang.

2. Industri kecil

Adalah industri yang jumlah karyawan / tenaga kerja berjumlah antara 5-19 orang.

3. Industri sedang / menengah

Adalah industri yang jumlah karyawan / tenaga kerja berjumlah antara 20-99 orang.

4. Industri besar

Adalah industri yang jumlah karyawan / tenaga kerja berjumlah antara 100 orang atau lebih.

F. Penggolongan Industri Berdasarkan Pemilihan Lokasi

1. Industri yang berorientasi pada pasar (market oriented industry)

Adalah industri yang didirikan sesuai dengan lokasi potensi target konsumen. Industri jenis ini akan mendekati kantong-kantong di mana konsumen potensial berada. Semakin dekat ke pasar akan semakin menjadi lebih baik.

2. Industri yang berorientasi pada tenaga kerja / labor (man power oriented industry)

Adalah industri yang berada pada lokasi di pusat pemukiman penduduk karena biasanya jenis industri tersebut membutuhkan banyak pekerja / pegawai untuk lebih efektif dan efisien.

3. Industri yang berorientasi pada bahan baku (supply oriented industry)

Adalah jenis industri yang mendekati lokasi di mana bahan baku berada untuk memangkas atau memotong biaya transportasi yang besar.

G. Jenis Industri Berdasarkan Produktifitas Perorangan

1. Industri primer

Adalah industri yang barang-barang produksinya bukan hasil olahan langsung atau tanpa diolah terlebih dahulu.

Contoh: hasil produksi pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan, dll.

2. Industri sekunder

Industri sekunder adalah industri yang mengolah bahan mentah sehingga menghasilkan barang-barang untuk diolah kembali.

Contoh: pemintalan benang sutra, komponen elektronik, dll.

3. Industri tersier

Adalah industri yang produk atau barangnya berupa layanan jasa.

Contoh: telekomunikasi, transportasi, perawatan kesehatan, dan masih banyak lagi yang lainnya.


0 Responses to “Sektor & Industri di Indonesia”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: