27
Mar
09

Pasar Barang, Tenaga Kerja, dan Uang

Pengaruh Tingkat bunga dan Investasi terhadap Pasar Barang, Tenaga Kerja dan Uang

Pasar barang, pasar tenaga kerja dan pasar uang saling berkaitan satu sam lain dalam menjalankan kegiatan operasionalnya. Pengertian dari masing – masing pasar itu sendiri, pasar barang adalah tempat dimana permintaan total masyarakat akan barang-barang dan jasa-jasa bertemu dengan seluruh barang-barang dan jasa-jasa yang diproduksi dan di tawarkan oleh seluruh produsen yang ada di masyarakat dalam suatu periode. Berarti pasar barang merupakan tempat bertemunya penjual dan pembeli yang sama – sama saling membutuhkan satu sama lain. Dalam pasar barang harga bersifat fleksibel, dapat turun dan naik tergantung pada kondisi di pasar itu sendiri. Turun naiknya harga suatu barang/jasa dipengaruhi oleh tingkat permintaan terhadap barang/jasa oleh konsumen.

Pasar tenaga kerja adalah tempat dimana terjadi permintaan (kebutuhan) total akan tenaga kerja dari sektor swasta dan pemerintah bertemu dengan jumlah angkatan kerja yang tersedia pada waktu itu. Pertemuan permintaan dan penawaran tenaga kerja tersebut akan menentukan harga tenaga kerja atau yang lebih dikenal dengan sebutan upah tenaga kerja. Dalam pasar tenaga kerja, jumlah tenaga kerja dapat meningkat ataupun menurun tergantung pada jumlah outputnya. Jika output yang dihasilkan oleh suatu perusahaan dalam jumlah yang sangat besar, otomatis perusahaan tersebut membutuhkan tenaga kerja dalam jumlah besar pula, dan juga sebaliknya. Jadi penawaran tenaga kerja selalu berimbang dengan penawaran tenaga kerja. Hal ini menggambarkan bahwa di pasar tenaga kerja permintaan akan tenaga kerja juga bersifat fleksibel, sama halnya seperti pada pasar barang.

Pasar Uang adalah tempat terjadinya pertemuan antara permintaan akan uang (MD) dengan penawaran uang (MS), dimana MD adalah kebutuhan masyarakat akan uang tunai untuk menunjang kegiatan ekonominya, sedangkan MS adalah jumlah uang yang disediakan oleh pemerintah dan bank-bank (seluruh uang Kartal dan uang Giral yang beredar). Pertemuan antara permintaan dan penawaran uang akan menentukan harga uang , yang tidak lain adalah tingkat bunga.

Jika terjadi inflasi dalam suatu perekonomian di suatu negara, maka pemerintah akan berusaha semaksimal mungkin untuk mengatasi masalah tersebut, salah satunya dengan cara menurunkan JUB. Inflasi menyebabkan JUB menjadi meningkat dan permintaan konsumen terhadap barang/jasa pada pasar barang meningkat pula. Oleh karena itu pemerintah menurunkan SBI sehingga penurunan SBI akan menyebabkan penurunan tingkat suku bunga pada bank. Bila hal ini terjadi, masyarakat akan lebih memilih untuk menginvestasikan uangnya daripada menyimpan uangnya di bank dan produksi akan meningkat seiring berjalannya peningkatan investasi.


1 Response to “Pasar Barang, Tenaga Kerja, dan Uang”


  1. 1 aan
    April 15, 2009 at 9:14 am

    Kenapa orang kaya semakin kaya, kelas menengah bergumul terus,
    dan yang miskin bablas miskin.

    Kenapa orang kaya semakin kaya, karena begitu orang kaya penghasilannya
    bertambah besar maka gaya hidupnya sementara tetap (menunda kesenangan).
    Penghasilan yang lebih ini diinvestasikan kedalam asset (beli saham yang
    menghasilkan deviden, rumah kost kost-an, ruko yang dikontrakkan, Mall yang
    disewakan, sarang walet, usaha-usaha yang menghasilkan, dll). Sedemikian
    sehingga penghasilan mereka bertambah besar. Dan ketika penghasilan mereka
    bertambah besar lagi, mereka investasikan lagi ke dalam asset tersebut diatas,
    sehingga semakin kaya dan semakin kaya lagi.

    Kenapa orang menengah bergumul terus secara financial? Ketika orang
    menengah penghasilannya bertambah besar maka dia mencicil rumah yang
    lebih besar, mobil yang lebih besar, handphone yang lebih canggih,
    komputer yang lebih modern, televisi yang lebih besar, audio yang
    lebih canggih dan banyak sekali uang untuk kewajiban sehingga masuk
    kedalam pengeluaran. Orang menengah ini bisa memiliki rumah yang besar,
    mobil yang besar tapi tidak mempunyai uang yang bekerja untuk dia. Dan
    seumur hidupnya menjadi budak uang karena membayar cicilan semakin besar seumur hidupnya.

    Kenapa orang miskin bablas miskin ?

    Orang miskin tidak perduli seberapa besar pun penghasilannya semua akan masuk ke pengeluaran.

    Contoh :

    Orang miskin begitu penghasilannya bertambah besar mereka beli TV yang besar,
    beli jamnya yang mahal, beli hp yang lebih baru, beli baju mahal, makan di
    restoran mewah, ikut keanggotaan fitness, ikut asuransi yang tidak perlu, dll.

    Pertanyaannya :

    Bila penghasilan Anda bertambah besar, Anda belikan apa? Hal-hal yang
    menghasilkan uang lagi atau hal-hal yang menghabiskan uang. Silahkan dijawab,
    Anda yang tahu termasuk golongan manakan Anda?

    untuk melengkapi pembelajaran Anda silahkan Anda download eBook
    24 Prinsip Miliarder yang Mencerahkan oleh Tung Desem Waringin senilai Rp. 250.000,-
    dan seminar 3 hari Financial Revolution senilai Rp. 4.933.500,-
    klik disini : http://www.uangsuper.com
    gunakan id saya


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: