10
Mar
09

Pengaruh Kebijakan Fiskal dalam Perekonomian

Efek dari goncangan kebijakan fiskal dalam perekonomian

Kebijakan fiskal merujuk pada kebijakan yang dibuat pemerintah untuk mengarahkan ekonomi suatu negara melalui pengeluaran dan pendapatan (berupa pajak) pemerintah. Kebijakan fiskal berbeda dengan kebjikan moneter, yang bertujuan menstabilkan perekonomian dengan cara mengontrol tingkat bunga dan jumlah uang beredar. Instrumen utama kebijakan fiskal adalah pengeluaran dan pajak. Perubahan tingkat dan komposisi pajak dan pengeluaran pemerintah dapat mempengaruhi variabel-variabel makro ekonomi lainnya, seperti :

  • Permintaan agregat dan tingkat aktivitas ekonomi
  • Pola persebaran sumber daya
  • Distribusi pendapatan

Pengeluaran pemerintah berasal dari pajak yang di perolehnya. Perubahan tingkat dan komposisi pajak dan pengeluaran pemerintah mempengaruhi variabel-variabel diatas, karena pengeluaran pemerintah bila di salurkan secara tepat akan meningkatkan perekonomian di suatu negara. Misalnya pembangunan proyek pemerintah seperti pembangunan jalan tol, akan mengurangi masalah kemacetan. Selain itu, sumber daya yang tadinya hanya terpusat di daerah tertentu saja dapat diatasi dengan di bangunnya fasilitas-fasilitas penting yang dibutuhkan masyarakat melalui pengeluaran pemerintah. Pengeluaran pemerintah juga mempengaruhi distribusi pendapatan masyarakat. Karena penghasilan yang diperoleh karyawan/pegawai negeri termasuk dalam catatan pengeluaran pemerintah. Oleh sebab itu, kebijakan fiskal merupakan salah satu hal penting yang harus diperhatikan oleh pemerintah agar aktivitas perekonomian tetap stabil dan tidak menimbulkan efek akibat guncangan kebijakan fiskal.

Menurut Andrew Mounthford & Harald Uhlig dalam diskusi yang berjudul “What are the effects of fiscal policy shocks?”, efek dari guncangan kebijakan fiskal dapat dianalisa dengan vektor regresif. Vektor regresif merupakan suatu pendekatan untuk menganalisa efek yang mungkin saja terjadi akibat dari goncangan kebijakan fiskal. Pendekatan ini tidak memerlukan variabel tertentu untuk mengidentifikasinya. Pendekatan metode vektor autoregresif dapat dimanfaatkan untuk mengetahui kemungkinan model perubahan kebijakan fiskal yang harus dilakukan pemerintah nantinya akibat dari guncangan yang terjadi.

Melalui pengeluaran dan pajak yang di awasi oleh pemerintah dengan kinerja yang baik dapat mendorong perekonomian menjadi lebih baik pula. Pengeluaran pemerintah (tercatat dalam APBN) sebaiknya sesuai dengan komposisi yang diperlukan. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, pendapatan pemerintah berasal dari pajak yang dibayar oleh masyarakat yang nantinya akan disalurkan kembali kepada masyarakat dalam bentuk fasilitas umum, distribusi pendapatan, dll. Jika terjadi guncangan dalam kebijakan fiskal antara pajak dan pengeluaran akan membawa negara tersebut pada ketidakstabilan ekonomi.

Berdasarkan survey yang telah dilakukan di Amerika tahun 1955 – 2000 dengan menggunakan pendekatan vektor regresif, kebijakan terbaik yang seharusnya dilakukan oleh pemerintah saat itu untuk mendorong perkonomian adalah dengan menurunkan pajak, mengurangi pengeluaran pemerintah, pemerintah sebaiknya mengeluarkan surat berharga investasi yang tidak menyebabkan peningkatan bunga, dan mengontrol siklus bisnis.


0 Responses to “Pengaruh Kebijakan Fiskal dalam Perekonomian”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: